5 Alasan untuk Tidak Membeli Smartphone Flagship

Baru-baru ini kepikiran untuk kredit hp online tanpa dp yang lagi ditaksir berat?

Smartphone flagship memang punya pesona yang susah untuk ditolak. Apalagi kalau kamu punya cukup uang tunai atau plafon kredit instan online yang lumayan dari Kredivo. Tanpa pikir panjang, tinggal klik, lalu iPhone X atau Samsung Galaxy S9 sudah bisa ada di tangan.

Tapi, kamu perlu tau kalau seiring berkembangnya teknologi, nggak cuma smartphone flagship yang punya desain elegan dan fitur ciamik. Mahalnya harga sebuah smartphone flagship justru jadi titik balik bagi sebagian besar produsen vendor, untuk memproduksi smartphone yang kualitasnya hampir sama, tapi harga lebih murah, Xiaomi misalnya.

Sebab, bagaimana pun canggih dan menawannya sebuah smartphone, kunci kesuksesannya pasti kembali lagi pada penerimaan pasar. Dengan bujet belasan hingga puluhan juta, dibanding beli 1 barang, ada banyak hal yang bisa kamu lakukan.

Contohnya, Kamu bisa beli sebuah smartphone kelas menengah yang nggak kalah dari segi kualitas, tapi harganya lebih murah, plus bisa memanfaatkan sisa bujet untuk hal lain, liburan misalnya.

Nah, bagi kamu yang masih ragu-ragu mau kredit hp tanpa dp online smartphone flagship, ada 5 poin yang bisa jadi alasan untuk nggak beli smartphone flagship.

Harga lebih mahal daripada laptop

Mahalnya harga sebuah smartphone flagship, pastinya beralasan. Mulai dari bahan desain, jeroan spesifikasi terbaru, kapasitas RAM dan ROM yang besar, aneka fitur keamanan yang lebih canggih, hingga teknologi kamera dan baterai yang lebih yahud.

Misalnya, iPhone X yang dibanderol mulai Rp 17 juta hingga Rp 20 jutaan. Dengan bujet segitu, kamu sudah bisa dapat MacBook Pro atau MacBook Air baru. Sebab, dibandingkan dengan smartphone, laptop memiliki fungsi yang lebih banyak dan mendukung produktivitas. Kamu bisa pakai laptop selama 7 jam nonstop, tapi nggak mungkin main smartphone selama 7 jam, kan?

Saat ini, ada fasilitas kredit instan online yang bisa memberikan plafon kredit hingga Rp 20 juta untuk kredit barang apa saja, termasuk kredit hp online tanpa dp, yaitu Kredivo. Bayangkan kamu sudah download aplikasi Kredivo di Google Play Store atau App Store, daftar secara online, lalu dapat plafon kredit Rp 20 juta. Yakin mau tetap pilih iPhone X dibanding MacBook?

Keputusan ini memang sifatnya subjektif. Kalau dirasa mampu dan butuh smartphone flagship, ya kenapa nggak? Apalagi sekarang, kredit hp online tanpa dp sudah sangat gampang. Bahkan, dengan Kredivo, kamu bisa pilih mau kredit di merchant online ataupun offline. Sebab Kredivo telah bermitra dengan lebih dari 200 merchant online dan offline, seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Blibli, Sentra Ponsel, Toko PDA, dan masih banyak lagi yang lainnya. Selengkapnya, kamu bisa lihat di sini.

Biaya servis yang tidak murah

Dengan fitur kelas premium, seperti layar full screen dengan desain Infinity Display, misalnya Galaxy S8, kebayang, kan kalau misalnya layar rusak, pecah, dan perlu diganti baru?

Dikutip dari situs resmi Samsung, harga eceran yang disarankan untuk biaya suku cadang layar yang rusak total adalah sekitar Rp 2,7 juta. Belum termasuk biaya servis penggantiannya. Dengan biaya segitu, kamu sudah bisa dapat 1 smartphone kelas menengah, lho.

 

Selain pajak bea dan cukai, salah satu faktor utama yang buat smartphone flagship dibanderol dengan harga selangit adalah mahalnya aneka spare part yang digunakan dan disematkan ke dalam sebuah smartphone flagship. Mulai dari jeroan dalam, hingga bahan untuk desain luarnya. Maka nggak heran, kalau biaya servisnya juga jadi mahal.

Sebaiknya, sebelum kredit hp online tanpa dp smartphone flagship via Kredivo, kamu perlu mempelajari perihal garansi smartphone dengan detail. Kondisi kerusakan apa saja yang dicover garansi dan yang tidak. Jangan malas juga untuk cari-cari informasi tambahan perihal garansi smartphone flagship yang ingin kamu beli. Sebab, siapa tau vendor smartphone tersebut punya program garansi khusus. Seperti Galaxy S8 yang dibekali program Guard S8. Adanya program ini membuat pengguna bisa klaim garansi gratis 1 kali penggantian layar apabila rusak total.

Seri teranyar sangat cepat update

Samsung Galaxy S8 yang baru dirilis ke pasar Indonesia pertengahan 2017 kemarin, sekarang sudah punya penerusnya, yaitu Galaxy S9, yang dirilis di awal tahun 2018. Belum ada setahun, tapi seri teranyarnya sudah muncul dan dibanderol dengan harga mulai Rp 10 juta. Sama juga dengan iPhone 7 yang dirilis pertengahan 2017, tapi sudah disusul oleh iPhone 8 dan iPhone X dalam waktu kurang dari 1 tahun. Bahkan, iPhone X dibanderol dengan harga fantastis hingga Rp 20 jutaan.

Sementara di tempat lain, Xiaomi juga merilis smartphone kelas premiumnya dengan harga mulai Rp 6 jutaan saja dan spesifikasi yang tidak kalah jauh. Sudah beli yang mahal, eh muncul lagi yang lebih murah dengan kualitas setara.

Kondisi ini tentu bikin pusing kalau kamu terus-terusan mengikuti tren untuk ganti smartphone ke seri terbaru. Sebab, pesatnya perkembangan teknologi sekarang juga memengaruhi banyak vendor dalam merilis dan memproduksi smartphone terbarunya. Mulai dari yang entry level, menengah, sampai yang flagship.

Beberapa fitur terkesan useless

Masih ingat dengan kasus Sony Xperia? Smartphone canggih yang memiliki fitur waterproof dan bisa dicelupkan ke dalam air ini di awal perilisannya, yaitu sekitar tahun 2014, dibanderol dengan harga mulai Rp 8 jutaan. Namun, setahun setelahnya, kemudian Sony membuat pengumuman untuk tidak memotret menggunakan Sony Experia selama berada di dalam air, misalnya saat berenang, snorkeling, dan diving.

 

Padahal, Sony Xperia dikenal dengan kemampuannya dalam mengambil foto di bawah air dengan ketahanan hingga 30 meter. Kalau sudah begini, yang rugi pastinya pengguna yang sudah bela-belain beli smarrtphone premium nan mahal ini. Sebab, kemampuannya dalam memotret di bawah air adalah daya jual utama dari Sony Xperia. Kalau fitur ini hilang maka Sony Xperia tak ubahnya smartphone biasa yang nggak punya kelebihan saat berada di air.

Kasus tersebut juga bisa jadi gambaran terkait kondisi teknologi canggih yang tersemat pada smartphone flagship saat ini. Resolusi layar yang tinggi hingga tipe layar kelas atas seperti Quad HD, AMOLED, hingga Super AMOLED, kamera berlensa ganda dan resolusi besar, kamera selfie dengan fitur Beauty Intelligence, dan lain sebagainya, selain terlalu berlebihan, pasti nggak semuanya berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih sayang lagi, kalau sudah kredit hp online tanpa dp smartphone flagship, tapi smartphone hanya dipakai untuk kegiatan yang gitu-gitu saja, misalnya selfie atau bermedia sosial ria. Nggak dimanfaatkan untuk mendukung hobi, menghasilkan uang, atau aktivitas lain yang lebih produktif.

Banyak smartphone dengan spesifikasi sejenis namun harga lebih murah

Smartphone kelas menengah yang diluncurkan oleh Xiaomi, ASUS, Lenovo, hingga Samsung, juga banyak yang disematkan fitur-fitur unggulan yang ada pada smartphone flagship. Misalnya, RAM berukuran besar mulai 4 hingga 6 GB, kamu bisa pilih ASUS Zenfone 3 Deluxe yang dibanderol dengan harga Rp 6 jutaan.

Untuk layar penuh tanpa tepi, kamu nggak perlu rogoh kocek hingga puluhan juta untuk sebuah flagship besutan Samsung atau iPhone X. Sebab, sudah ada smartphone Xiaomi harga Rp 2 jutaan yang didesain dengan menggunakan teknologi layar penuh, yaitu Redmi 5 dan Redmi 5 Plus. Meski secara kelas termasuk dalam smartphone entry level, tapi secara desain, nggak kalah dengan yang flagship.

Kalau cari teknologi dual kamera, kamu juga bisa menemukan berbagai smartphone kelas menengah seperti Oppo dan Vivo yang punya seri khusus dual kamera. Mulai dari kamera utama hingga kamera selfie, kamu hanya perlu rogoh kocek sekitar Rp 4 juta hingga Rp 5 jutaan.

Bagi kamu yang tertarik kredit hp online tanpa kartu kredit dan tanpa dp, kamu bisa daftar akun Kredivo secara online. Dengan pilihan tenor beragam, mulai dari 3, 6, hingga 12 bulan, Kredivo memberikan bunga kredit paling rendah dibanding lembaga kredit lain, hanya 2,95% saja. Persyaratan daftar akunnya juga mudah: kamu wajib WNI berusia minimum 18 tahun, berpenghasilan minimum Rp 3 juta per bulan, serta berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Palembang, Denpasar, atau Medan.

Leave a Comment