Bagaimana Membedakan Cabai yang Bagus dan Buruk? Berikut Tipsnya!

            Cabai adalah salah satu bahan makanan yang sangat penting dan selalu ada disetiap makanan di Indonesia. Karakter masyarakat Indonesia yang menyukai masakan pedas membuat tumbuhan yang identik dengan warna merah ini disukai banyak orang.

            Selain pedas, cabai juga mengandung banyak nutrisi. Dalam 15 gram cabai terdapat 6 kalori, Protein sebanyak 0,3 gram, Karbohidrat 1,3 gram, vitamin A, vitamin C, vitamin B6, vitamin K1, dan Potasium. Semua nutrisi itu bermanfaat bagi kesehatan. Seperti  menjaga kadar gula darah, meringankan sakit kepala, mengurangi risiko penyakit jantung, dan mencegah pembuluh darah rusak.

            Cabai sangat mudah didapat, mulai dari pedagang pinggir jalan, pasar tradisional, pasar modern atau supermarket. Dari kualitas standar hingga kualitas tinggi semua tersedia. Tapi bagaimana cara kita membedakan cabai yang bagus dan yang buruk? Kami punya tipsnya!

  • Cermati warnanya

Saat memilah milih cabai di tumpukan, hindari cabai yang lunak. Perhatikan juga ujung cabai, jika ujung cabai berubah warna maka jangan ambil cabai itu. Itu adalah ciri cabai yang mudah rusak

  • Pastikan bentuk cabai tidak keriput

Jangan lupa perhatikan tekstur dan bentuk dari cabai. Sebenarnya tidak sulit untuk membedakan cabai yang baik dan buruk. pilihlah cabai dengan ukuran besar dan bentuknya lurus dan tak melengkung. Biasanya, cabai yang berbentuk lurus bakal pedasnya bakal terasa.

  • Hindari membeli di tempat yang cabainya ditumpuk tanpa diseleksi dulu

Biasanya di pasar tradisional, terdapat penjual cabai yang tidak menyeleksi kualitas cabainya. Cabai yang masih segar baru dari distributor dicampur dengan cabai sisa yang belum laku dijual.

  • Pegang dan tekan cabainya

Tekan tekan cabai yang akan dibeli, jika cabai masih terasa empuk saat dipegang menandakan bahwa cabai tersebut masih dalam kondisi segar. Selain itu cabai yang memiliki tingkat kepedasan yang tinggi juga memiliki kulit yang terasa tebal.

  • Cium baunya

Pilihlah cabai dengan yang rasa pedasnya sudah terasa dari baunya. Cabai yang memiliki tingkat kepedasan yang cukup tinggi dan masih segar bisa dibedakan  dengan aroma pedasnya yang kuat,sebaliknya cabai yang sudah busuk memiliki aroma yang pekat.

  • Jangan pilih cabai yang tidak ada tangkainya

Menurut Chef Yuda Bustara, tangkai cabai merupakan kunci utama untuk menjaga kesegaran cabai. Jika tangkainya tidak ada, maka cabai itu akan mudah busuk karena sari dari cabai telah menghilang bersama dengan tangkainya.

            Itulah tips tips memilih cabai segar, semoga dapat membantu kamu dalam membeli cabai. Di masa pergantian iklim ini, sulit sekali mencari cabai dengan kualitas bagus, walaupun ada, perlu diketahui harga cabai saat ini sangat tinggi akibat permintaan yang tinggi dari konsumen

            Namun jangan khawatir, di TaniHub, kamu bisa menemukan cabai dengan kualitas yang baik, karena TaniHub bekerja sama dengan ratusan petani lokal sehingga semua produk dijamin kualitasnya dan kesegarannya. Selain cabai, TaniHub juga menyediakan  sayur mayur, buah buahan dan bumbu dapur. Jadi kualitas produk yang ditawarkan TaniHub tidak perlu diragukan lagi Apalagi saat ini banyak promo promo untuk berbagai produk yang ditawarkan.

            Jadi tunggu apa lagi? Buruan download aplikasi Tanihub sekarang juga melalui Play Store di Android dan AppStore di iPhone anda serta ikuti perkembangan informasi terbaru hanya di Instagram @Tanihub.

SUMBER

https://cooking.stackexchange.com/questions/58858/how-to-tell-if-fresh-chilli-is-off
https://hellosehat.com/herbal-alternatif/herbal/manfaat-cabe-untuk-kesehatan/
https://www.idntimes.com/food/dining-guide/naufal-al-rahman-1/cara-memilih-dan-menyimpan-cabai/3

Leave a Comment